Tragedi HA di Bangkala Manggala Masih Misterius: Dugaan Hamil, Pacar di TKP, Hasil Otopsi RS Bhayangkara Dinanti Keluarga
0 menit baca
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR, 28 Februari 2026 — Tragedi yang merenggut nyawa HA (21), seorang karyawati Alyssum Laundry di Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, hingga kini masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Peristiwa kebakaran yang menimpa korban terjadi pada 22 Februari 2026 di depan tempatnya bekerja.
Menurut keterangan warga sekitar, jeritan korban sempat terdengar sebelum api berhasil dipadamkan. Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa pacar korban, AG (24), berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Beberapa saksi mengaku melihat AG berada tidak jauh dari korban sebelum akhirnya menunjukkan kepanikan ketika korban berteriak akibat kobaran api. Keterangan para saksi tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis di RS Hermina sebelum dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo pada 23 Februari 2026 akibat luka bakar serius yang dideritanya. Namun, meskipun telah menjalani perawatan intensif, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Pada 24 Februari 2026, pihak keluarga secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Makassar, setelah sebelumnya juga membuat laporan di Polsek Manggala. Berdasarkan surat rekomendasi otopsi yang diterbitkan Polrestabes Makassar, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan pemeriksaan forensik. Hingga saat ini, hasil resmi otopsi masih dinantikan oleh pihak keluarga.
Dalam keterangan kepada awak media pada 27 Februari 2026, kuasa hukum keluarga korban, Sandy, S.H., mengungkapkan adanya informasi awal yang mengarah pada dugaan bahwa korban tengah dalam kondisi hamil sebelum peristiwa terjadi. Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi dan memilih menunggu hasil resmi pemeriksaan forensik.
Isu dugaan kehamilan tersebut dinilai krusial karena berkaitan dengan dinamika hubungan antara korban dan AG. Pada 27 Februari 2026, kuasa hukum AG menghubungi kuasa hukum keluarga korban guna memberikan klarifikasi atas berbagai informasi yang berkembang di ruang publik.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa hubungan HA dan AG telah berlangsung cukup lama. Keduanya disebut sempat berpisah pada September 2025 dan kembali menjalin hubungan. Kuasa hukum AG menyampaikan bahwa kliennya semula membantah kemungkinan adanya kehamilan dengan alasan selalu menggunakan alat kontrasepsi. Namun, belakangan muncul percakapan elektronik yang membahas soal dugaan kehamilan tersebut.
AG juga disebut mengakui telah menjalin hubungan intim dengan korban selama kurang lebih satu tahun atas dasar suka sama suka, dengan hubungan terakhir terjadi pada 15 Februari 2026 atau sekitar sepekan sebelum peristiwa kebakaran. Menurut kuasa hukum keluarga, pengakuan tersebut merupakan bagian dari fakta yang harus diuji secara objektif dalam proses hukum.
Pihak keluarga turut menyerahkan telepon seluler milik korban kepada penyidik. Di dalamnya diduga terdapat percakapan penting yang berkaitan dengan hubungan korban dan AG.
Di lokasi kejadian, aparat juga menemukan sejumlah barang, antara lain pisau dapur, botol berisi campuran bensin dan pertalite, korek gas, serta sarung tangan berwarna merah muda. Seluruh barang bukti tersebut kini tengah dalam pendalaman laboratorium forensik guna memastikan keterkaitannya dengan peristiwa yang terjadi.
Kasus ini telah menarik perhatian luas masyarakat. Sejumlah aspek, mulai dari dugaan kehamilan, pengakuan hubungan intim, keberadaan AG di lokasi kejadian, hingga hasil otopsi yang belum diumumkan secara resmi, menjadi fokus perhatian publik.
Kuasa hukum keluarga menegaskan bahwa pihaknya berharap proses hukum berjalan transparan dan profesional. Keluarga meminta aparat penegak hukum mengungkap secara terang motif dan kronologi kejadian, sekaligus memastikan seluruh fakta diuji secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga kini, masyarakat menanti kejelasan hasil penyelidikan guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa tragis tersebut.



