Ketua RW 03 Parang Bersama RT dan Bhabinsa Edukasi Warga Soal Bahaya Tembak Jelly di Makassar
0 menit baca
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR — Ketua RW 03 Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Abd. Wahab, S.E., bersama para Ketua RT dan Bhabinsa setempat menggelar kegiatan edukasi kepada warga terkait maraknya penggunaan dan peredaran tembak “jelly” yang belakangan ini meresahkan masyarakat di Kota Makassar.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah RW 03, tepatnya di Jalan Andi Mappaodang, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, serta para orang tua. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap potensi bahaya penggunaan tembak jelly yang kerap dimainkan oleh anak-anak dan remaja di ruang publik.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua RW 03 Abd. Wahab, S.E. menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya dalam penggunaan mainan atau alat yang berpotensi membahayakan keselamatan orang lain.
Ia mengimbau seluruh warga untuk lebih peduli dan tidak membiarkan anak-anak menggunakan tembak jelly di tempat umum. Menurutnya, selain dapat mengganggu ketertiban lingkungan, penggunaan alat tersebut juga berpotensi menimbulkan cedera, terutama pada bagian mata dan anggota tubuh lainnya.
Para Ketua RT di wilayah RW 03 juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing. Mereka mengajak masyarakat agar segera melaporkan apabila ditemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, Bhabinsa Kelurahan Parang, Serda Kusnanto, menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Ia juga mengingatkan warga agar tidak ragu memberikan teguran secara persuasif apabila mendapati anak-anak bermain tembak jelly secara tidak bertanggung jawab.
Kegiatan edukasi ini merupakan langkah preventif guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di wilayah Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang. Warga pun menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara pengurus RW, RT, serta aparat kewilayahan dapat terus terjalin dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.



