Kontu Tojeng Community Gaungkan Edukasi Budaya Makassar Lewat Media Sosial
0 menit baca
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR – Komunitas Kontu Tojeng Community (KTJ) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal suku Makassar. Melalui berbagai program edukasi berbasis media sosial, komunitas ini berupaya menghidupkan kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga tradisi leluhur yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Makassar.
Ketua Kontu Tojeng Community, Abdhy Dg Malleo, menuturkan bahwa pihaknya berusaha semaksimal mungkin menjaga nilai-nilai estetika budaya melalui platform media sosial. Menurutnya, media sosial menjadi sarana efektif untuk menyegarkan kembali ingatan masyarakat, khususnya di Makassar dan sekitarnya, tentang pentingnya merawat tradisi sebagai bagian dari jati diri orang Makassar.
“Target dan sasaran kami adalah masyarakat luas, terutama generasi muda, agar kembali memahami bahwa menjaga budaya leluhur adalah bagian dari menjaga ciri khas kita sebagai orang Makassar,” ujar Abdhy.
Sementara itu, salah satu penasehat KTJ, Muhammad Kasim Aidid, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilestarikan.
“Budaya bukan hanya warisan, tetapi tanggung jawab. Kontu Tojeng berdiri untuk menjaga nilai siri’, menghormati leluhur, serta mendidik generasi muda agar tidak tercabut dari akar budayanya. Karena siapa yang mengenal budayanya, dialah yang memahami jati dirinya,” ungkapnya.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar pada 1 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Kontu Tojeng Community yang bermarkas di Jalan Dg. Tata 3 Lorong 2, Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, mencanangkan program edukasi budaya kearifan lokal kepada para pengguna media sosial.
Program tersebut diwujudkan melalui pembuatan sejumlah video dokumenter dan teaser yang mengangkat nilai-nilai budaya tradisional suku Makassar. Konten tersebut diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan generasi, sekaligus menjadi sarana edukasi di tengah derasnya arus modernisasi yang perlahan menggerus pemahaman budaya tradisional.
Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari sutradara Arul Virgo, yang dikenal aktif memproduksi berbagai film bertema kearifan lokal. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat kualitas produksi konten budaya yang akan dipublikasikan kepada masyarakat luas.
Melalui kolaborasi tersebut, Kontu Tojeng Community berharap budaya dan tradisi orang Makassar tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, melainkan tetap hidup dan dikenal oleh generasi masa kini.
“Makassar bukan hanya nama sebuah kota, tetapi juga nama sebuah suku yang memiliki pengaruh besar bagi Nusantara. Karena itu, menjaga budayanya adalah bagian dari menjaga identitas kita,” tutup Abdhy.
Ilyas



