BREAKING NEWS

Penyandang Tunarungu Wicara Jadi Pegawai Dapur MBG: Program Ini Sangat Bermanfaat Bagi Kami*

 


_Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_


Sukoharjo — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.


Salah satu kisah datang dari Emilia Widyastuti, perempuan berusia 33 tahun penyandang tunarungu wicara yang kini bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gempeng, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dengan bahasa isyarat, Emilia yang akrab disapa Emi memperkenalkan dirinya.


“Namanya saya Esti Emilia Widyastuti, umur 33 tahun. Sebelum kerja di sini saya (bekerja) di Sragen,” kata Emi didampingi ibunya.


Sebelumnya, Emi bekerja di sebuah perusahaan plastik di Sragen selama dua tahun. Namun, ia memutuskan berhenti setelah mengalami sakit dan merasa kesulitan bekerja sendirian, terlebih setelah teman dekatnya meninggal dunia.


Tempat bekerjanya pun jauh dari rumah, jarak Sragen ke rumahnya di Sukoharjo mencapai 50 kilometer.


Kini, Emi merasa lebih nyaman bekerja di SPPG Gempeng karena lokasinya dekat dengan rumah. Lingkungan kerjanya pun mendukung. Ibunda Emi mengaku bersyukur anaknya mendapatkan kesempatan bekerja di tempat tersebut.


“Alhamdulillah dia bisa diterima di (dapur) MBG sini. SPPG Gempeng ini dekat dengan rumah kami,” ujar sang ibu.


Menurutnya, keberadaan program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga dengan kondisi terbatas.


“Saya berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah membuat program MBG ini karena ini sangat bermanfaat bagi kami yang ekonominya lemah,” tuturnya.


Kesempatan kerja bagi Emi berawal dari proses pendaftaran seperti pelamar pada umumnya. Sang ibu mengatakan mereka hanya melengkapi persyaratan administrasi seperti surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dan dokumen lain yang diminta.


“Saya mencoba saja, kalau memang Emi bisa ya dilanjutkan. Kalau tidak mampu juga tidak apa-apa. Ternyata dia mampu bekerja di sini,” jelasnya.


Bagi Emi sendiri, lingkungan kerja yang ramah menjadi alasan utama ia merasa betah. Saat ditanya oleh ibunya apakah ia senang bekerja di sana, Emi mengaku bahagia karena memiliki banyak teman yang baik.


Ketika ditanya mengenai gajinya, Emi juga mengungkapkan bahwa penghasilannya dapat ditabung dan digunakan untuk membantu keluarganya.


“Untuk ditabung, sebagian juga untuk keperluan sendiri dan membantu adiknya,” kata ibunya membantu menjelaskan jawaban Emi.


Di akhir percakapan, Emi menyampaikan pesan jika suatu hari dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.


“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo yang sudah menciptakan MBG untuk kesejahteraan masyarakat dan anak-anak sekolah,” ucapnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar