BREAKING NEWS

Pedagang Nakal dan Dugaan Mafia Pangan Manfaatkan Isu Kelangkaan BBM, Harga Bahan Pokok di Makassar Merangkak Naik

LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR, 1 April 2026 — Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di Makassar memicu keresahan masyarakat. Kondisi ini diduga tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi juga adanya praktik spekulasi oleh oknum pedagang dan dugaan mafia pangan yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan.

Sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, dan cabai dilaporkan mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir. Fenomena ini terjadi di tengah berkembangnya isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), yang kemudian berdampak pada distribusi logistik dan biaya transportasi.

Di tingkat global, ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel disebut turut memberi tekanan terhadap rantai pasok energi dunia. Jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu pusat distribusi minyak dunia dilaporkan mengalami gangguan, sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Namun demikian, Masyarakat menilai bahwa kenaikan harga pangan di daerah tidak sepenuhnya disebabkan oleh faktor eksternal tersebut. Indikasi adanya penimbunan barang, permainan distribusi, hingga spekulasi harga oleh oknum tertentu dinilai turut memperparah kondisi di lapangan.

“Pola yang terjadi terlihat berulang, diawali dengan isu kelangkaan BBM, lalu diikuti kenaikan harga bahan pokok secara bertahap. Ini patut dicurigai sebagai praktik yang terstruktur,” ucap Mapparenta Hasan

Masyarakat pun mulai merasakan dampaknya secara langsung. Daya beli menurun, sementara kebutuhan pokok tetap harus dipenuhi. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kepanikan pasar jika tidak segera ditangani secara serius.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait didesak untuk segera melakukan langkah konkret, mulai dari operasi pasar, pengawasan distribusi, hingga penindakan tegas terhadap oknum yang terbukti melakukan pelanggaran. Transparansi informasi terkait stok dan distribusi pangan juga dinilai penting untuk meredam spekulasi di tengah masyarakat.

Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat diperkuat guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa di tengah tekanan ekonomi global, pengawasan terhadap tata niaga pangan di tingkat lokal harus diperketat agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika tidak segera diantisipasi, dampaknya tidak hanya pada inflasi daerah, tetapi juga berpotensi menimbulkan instabilitas sosial di tengah masyarakat.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar