BNNP Sulsel Dukung Sosialisasi Bahaya Narkotika di UMI Makassar
0 menit baca
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan menyatakan dukungannya terhadap rencana sosialisasi bahaya narkotika yang akan digelar di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Dukungan tersebut disampaikan saat BNNP Sulsel menerima kunjungan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMI bersama mahasiswa asal Kabupaten Bone, Selasa (20/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor BNNP Sulsel itu diterima oleh Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulsel, Kombes Pol Ardiansyah, S.I.K., M.H. Mahasiswa menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan sosialisasi pencegahan narkotika yang akan dirangkaikan dengan agenda pengenalan mahasiswa baru.
Kombes Pol. Ardiansyah, S.I.K., S.H., mengapresiasi inisiatif mahasiswa UMI yang dinilai menunjukkan kepedulian terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan perguruan tinggi.
Menurut Ardiansyah, mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif untuk menolak narkotika, terutama di lingkungan kampus yang rentan menjadi sasaran peredaran. Ia menilai, masih terdapat keterbatasan pemahaman di kalangan mahasiswa mengenai narkotika, baik terkait jenis, pola peredaran, maupun dampak buruk yang ditimbulkan. Karena itu, sosialisasi dinilai penting sebagai langkah edukatif dan preventif.
Dalam pertemuan tersebut, BNNP Sulsel juga menyampaikan saran agar pihak kampus mempertimbangkan pelaksanaan tes urine bagi mahasiswa baru. Namun demikian, Ardiansyah menegaskan bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pihak universitas. “Kami hanya memberikan masukan. Pelaksanaannya bergantung pada kebijakan dan kesiapan rektorat,” ujarnya.
Selain kegiatan sosialisasi, BNNP Sulsel mendorong adanya upaya pencegahan yang berkelanjutan, termasuk membangun komunikasi antara kampus dan BNN apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan narkotika.
BNNP Sulsel berharap, langkah yang dilakukan UMI dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain, mengingat peredaran narkotika saat ini telah menyasar berbagai jenjang pendidikan. (And)



