BREAKING NEWS

Geger Pilpresma UIN Alauddin, Dugaan Sertifikat Palsu Seret Nama Universitas Brawijaya dan ALSA

LINTASMAKASSAR, MAKASSAR - Proses pencalonan Presiden Mahasiswa (PRESMA) yang berlangsung di kampus UIN Alauddin Makassar Senin 26 Januari 2026 Kabupaten Gowa, menemukan dugaan adanya pemalsuan sertifikat dari tiga kandidat yang mengatas namakan kampus Universitas Brawijaya (kota Malang) dan ALSA.

Dugaan ini memunculkan pertanyaan serius terkait integritas dan kualitas kepemimpinan mahasiswa di lingkungan UIN Alauddin Makassar. Informasi tersebut juga diperkuat oleh rilisan terbaru dari media Wasilah, yang mengonfirmasi adanya kejanggalan administratif dalam berkas pencalonan salah satu kandidat.

Rizkiyah selaku ketua L-PPU di depan awak media membernarkan bahwa ada dari tiga kandidat yang maju dalam kontestasi tersebut, salah satu kandidat yang berinisial MNM diduga menggunakan sertifikat palsu untuk mengikuti ajang lomba National Moot Court Competition (NMCC) MA KE-XXV dan mengatas namakan Universitas Brawijaya kota malang,:ujarnya.

Rizkiyah juga menyampaikan terkait dugaaan penemuan Sertifikat palsu tersebut, untuk digunakan sebagai dokumen pendukung pencalonan, dengan alasan sebagai “pengganti” apabila sertifikat lain tidak diterima oleh panitia,:katanya

Lebih lanjut Rizkiyah menegaskan kasus ini dinilai tidak hanya mencoreng proses demokrasi kampus, tetapi juga menyeret nama besar lembaga eksternal, kampus Universitas Brawijaya dan Asian Law Students’ Association (ALSA). Keduanya dikhawatirkan ikut terdampak akibat pemalsuan sertifikat dan kemungkinan menjadi sorotan publik bahwa telah terjadi pembiaran atau distribusi file sertifikat secara tidak bertanggung jawab di dia lembaga tersebut.:tegasnya.

Charissa Azha Rasyid, selaku pendamping lomba yang tercantum di sertifikat juga menambahkan bahwa kandidat yang berinisial MNM bukan anggota dari delegasi National Moot Court Competition (NMCC) Mahkamah Agung (MA) XXV, dia harus bertanggung jawab karena menyeret kampus universitas Brawijaya dan ALSA apabila tidak ada klarifikasi, maka kami akan membawa kasus ini ke rana hukum, guna menjaga marwah institusi, kejujuran akademik, dan integritas kepemimpinan mahasiswa.:tutupnya

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait untuk memberikan klarifikasi kepada panitia pelaksana, kini publik menanti sikap tegas dari pihak kampus dan lembaga terkait.
guna menjaga marwah institusi, kejujuran akademik, dan integritas kepemimpinan mahasiswa.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar