Lapas Kelas I Makassar Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M
0 menit baca
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR - Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan di Masjid Da’watuI Ihsan Lapas Kelas I Makassar. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Masyarakat Madani Berlandaskan Nilai-Nilai Perjalanan Suci Nabi Muhammad SAW”, sebagai bentuk penguatan pembinaan kepribadian dan spiritual bagi warga binaan pemasyarakatan.
Kegiatan peringatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, didampingi jajaran pejabat struktural serta petugas pemasyarakatan. Turut hadir dan mengikuti kegiatan secara tertib seluruh warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas I Makassar, yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan ini.
Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi salah satu agenda pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Lapas Kelas I Makassar dalam membentuk pribadi warga binaan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Melalui momentum ini, diharapkan warga binaan mampu mengambil hikmah dari perjalanan suci Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan tersebut, Lapas Kelas I Makassar menghadirkan Al-Ustadz Dr. H. Takdir Asran, M.Pd.I sebagai penceramah. Dalam tausiahnya, beliau menguraikan secara komprehensif proses perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, hingga perjalanan spiritual menuju Sidratul Muntaha. Selain menjelaskan kronologi peristiwa, penceramah juga menekankan nilai-nilai keimanan, ketaatan, serta pentingnya salat sebagai tiang agama yang menjadi inti pesan dari peristiwa Isra Mi’raj.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan peringatan Isra Mi’raj memiliki makna yang sangat penting dalam proses pembinaan warga binaan.
“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kami berharap warga binaan dapat semakin memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan yang diajarkan melalui perjalanan suci Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan, baik selama masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Sutarno.
Lebih lanjut, Sutarno menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar utama dalam membentuk karakter warga binaan yang lebih baik. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga media refleksi diri dan perbaikan sikap serta perilaku.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Suasana masjid dipenuhi dengan nuansa religius yang menenangkan, mencerminkan kesungguhan warga binaan dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Di akhir sesi ceramah, dilaksanakan kegiatan tanya jawab interaktif antara warga binaan dan penceramah, yang dimanfaatkan untuk menggali pemahaman lebih dalam mengenai makna Isra Mi’raj dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Diharapkan, nilai-nilai spiritual yang ditanamkan melalui peringatan Isra Mi’raj ini dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan dalam membangun pribadi yang lebih baik serta siap berkontribusi secara positif sebagai bagian dari masyarakat madani.



