Lapas Kelas I Makassar Tingkatkan Pembinaan Kemandirian Melalui Pelatihan Integrated Urban Farming
0 menit baca
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Integrated Urban Farming, hasil kerja sama antara Lapas Kelas I Makassar dengan Yayasan Butta Porea Indonesia, yang digelar pada Selasa (10/2) di lingkungan Lapas Kelas I Makassar.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, serta dihadiri oleh Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia yang juga Staf Ahli Bidang Urban Farming Kota Makassar, Andi Fadly Arifuddin, atau yang lebih dikenal sebagai Fadly, vokalis Padi Reborn. Turut hadir Kepala Bagian Humas DPRD Kota Makassar, Andi Pangeran Nur Akbar, bersama jajaran pejabat struktural Lapas Kelas I Makassar dan para peserta pelatihan dari WBP.
Pelatihan Integrated Urban Farming ini dirancang sebagai program pembinaan kemandirian yang mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan secara berkelanjutan. Para peserta dibekali pengetahuan dan praktik langsung mengenai teknik bercocok tanam modern, pemanfaatan lahan terbatas, pengelolaan hasil pertanian, serta pengembangan peternakan sederhana yang memiliki nilai ekonomis. Melalui pendekatan ini, WBP diharapkan mampu memahami konsep pertanian terpadu yang efektif dan ramah lingkungan.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Lapas dalam menyiapkan WBP agar memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan setelah selesai menjalani masa pidana.
“Pembinaan kemandirian melalui pelatihan Integrated Urban Farming ini kami harapkan dapat memberikan bekal keterampilan nyata bagi warga binaan. Dengan keterampilan tersebut, mereka memiliki peluang untuk hidup mandiri, produktif, dan berdaya guna ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Sutarno.
Sementara itu, Andi Fadly Arifuddin menyampaikan bahwa urban farming terpadu tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi solusi ketahanan pangan serta peluang usaha yang menjanjikan jika dikelola dengan baik. Ia mengapresiasi langkah Lapas Kelas I Makassar yang konsisten menghadirkan program pembinaan inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan masa depan WBP.
Suasana kegiatan semakin hangat ketika Fadly Padi Reborn menyempatkan diri untuk menghibur warga binaan dengan membawakan beberapa lagu. Penampilan tersebut disambut antusias oleh para WBP dan menjadi momen penyegaran yang memberikan semangat serta motivasi dalam mengikuti rangkaian pembinaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan sistem pemasyarakatan. Diharapkan, program pelatihan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mencetak WBP yang siap kembali ke masyarakat dan mampu berkontribusi secara positif.



