Geng Motor Kian Merajalela di Makassar, Ahmad Sahroni Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desak Polisi Bertindak Tegas
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR — Aksi geng motor di Kota Makassar kembali menjadi sorotan publik. Teror konvoi liar, aksi penganiayaan, hingga penggunaan senjata tajam yang dilakukan kelompok geng motor semakin meresahkan masyarakat dan dinilai mengancam keamanan warga, khususnya pada malam hingga dini hari.
Menanggapi kondisi tersebut, Ahmad Sahroni Anggota DPR RI secara tegas meminta aparat kepolisian, khususnya Polrestabes Makassar dan jajaran Polda Sulawesi Selatan, agar tidak lagi memberi ruang bagi kelompok geng motor yang dinilai telah merusak rasa aman masyarakat.
Menurutnya, penanganan geng motor tidak cukup hanya dengan patroli rutin atau imbauan semata. Ia menilai diperlukan langkah penindakan yang cepat, terukur, dan tanpa kompromi terhadap para pelaku yang terlibat aksi kriminal di jalanan.
“Warga Makassar sudah terlalu lama dihantui rasa takut. Geng motor bukan lagi sekadar kenakalan remaja, tetapi sudah mengarah pada tindakan kriminal yang membahayakan keselamatan masyarakat. Polisi harus bergerak cepat dan menangkap para pelaku,” tegas Ahmad Sahroni.
Fenomena geng motor di Makassar disebut semakin berani beraksi di sejumlah titik rawan. Tidak sedikit warga mengaku khawatir keluar rumah pada malam hari akibat maraknya kelompok pemuda yang berkeliaran sambil melakukan aksi ugal-ugalan di jalan.
Publik kini mulai membandingkan kondisi Kota Makassar dengan wilayah hukum Polres Gowa yang belakangan dinilai lebih tegas dalam melakukan penindakan terhadap geng motor dan pelaku kriminal jalanan. Langkah represif yang dilakukan aparat di Gowa disebut berhasil menekan ruang gerak kelompok-kelompok yang selama ini meresahkan masyarakat.
Pertanyaannya kini, mampukah aparat di Kota Makassar melakukan langkah serupa?
Masyarakat berharap aparat kepolisian tidak hanya hadir setelah kejadian terjadi, tetapi mampu melakukan pencegahan dan penindakan secara nyata demi mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat. Jika tidak segera ditindak tegas, dikhawatirkan aksi geng motor akan semakin brutal dan memicu korban berikutnya di jalanan Kota Makassar.
(**)
