Gabungan Ormas Elang Timur Dan Bmki Gelola Aksi Di Dekat Rs Hikmah – Mengecam Dugaan Pemulangan Paksa Pasien
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR, 12 Juni 2026 – Gabungan Organisasi masyarakat dari Elang Timur dan Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI) menggelar aksi unjuk rasa tak jauh dari halaman Rumah Sakit (RS) Hikmah Kota Makassar pada sore hari Jumat (12/6/2026). Aksi tersebut menarik perhatian publik dan dikawal puluhan aparat dari TNI, Polsek, serta Polrestabes Makassar.
Dalam aksi yang menyebabkan arus lalu lintas di area tersebut sempat terhambat, Irham selaku Ketua BMKI sekaligus Kader Elang Timur Bidang Kesehatan, bersama Ryan Saputra (Kader GMP sebagai Jenlap), menyuarakan aspirasi dan mewakili keluarga almarhum Bapak Irianto.
Organisasi berlambang Elang Timur ini secara tegas mengecam dugaan tindakan pemulangan paksa pasien yang diduga berujung pada meninggalnya Bapak Irianto beberapa bulan lalu. Berdasarkan data yang dihimpun, almarhum menjalani perawatan di RS Hikmah sejak tanggal 23 Maret 2026 hingga 31 Maret 2026. Resume Medis Nomor RM 081014 menunjukkan pasien didiagnosis menderita Severe Brain Infarction (stroke iskemik berat) yang disertai Atrial Fibrillation (gangguan jantung), kondisi yang tergolong gawat darurat dan memerlukan pengawasan intensif serta perawatan lanjutan.
"Kematian almarhum dalam waktu 22 jam setelah dipulangkan adalah bukti nyata bahwa rumah sakit ini diduga melakukan pembunuhan terselubung yang diatur Pasal 190 dan Pasal 438 Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, yang secara tegas menyatakan larangan menolak atau menghentikan pertolongan pada pasien gawat darurat," kata Irham.
Dia juga menegaskan bahwa tindakan oknum pihak RS tersebut menyebabkan nyawa melayang dan bisa dikenai ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara. "Ini membahayakan dunia medis. Pasien ini bukan mendapatkan perawatan gratis, tapi dibiayai oleh negara melalui BPJS Kesehatan," tegas Irham.
Berselang beberapa menit, aksi sempat terhenti ketika Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.S beserta personilnya turun dari mobil untuk meredam situasi dan mendengar keluhan dari ormas serta keluarga korban.
Dari pantauan media, salah satu anak almarhum sempat menyampaikan unek-unek melalui microphone: "Kami meminta RS meminta maaf, kami pakai BPJS kenapa diperlakukan tidak adil," demikian rekaman video yang diperoleh.
Potret aksi keluarga almarhum menambah catatan bahwa pengguna BPJS belum menjamin pelayanan kesehatan yang maksimal bagi setiap orang.
Aksi ini mulai mereda setelah pihak RS berjanji akan membicarakan persoalan tersebut secara mendalam. Hingga berita ini tayang, persoalan ini masih menjadi misteri. Pasalnya, bukan pertama kalinya organisasi Elang Timur melakukan aksi hingga somasi terhadap pihak RS Hikmah. (**)
