Kanwil Ditjenpas Sulsel dan Polda Sulsel Luruskan Informasi: Tes Urin WBP Terlibat Insiden Hasilnya Negatif
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR, 16 Juni 2026 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan bersama unsur kepolisian meluruskan informasi yang beredar di publik terkait dugaan penyalahgunaan narkoba yang dikaitkan dengan insiden perkelahian dan penikaman di Lapas Kelas I Makassar. Hasil pemeriksaan menyeluruh dan tes urin membuktikan kejadian tersebut murni dipicu kesalahpahaman, bukan aktivitas terlarang.
Klarifikasi dilakukan pada Senin, 15 Juni 2026, dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal beserta Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Kanwil Ditjenpas Sulsel. Pemeriksaan menyasar empat warga binaan yang terlibat dalam peristiwa tersebut dan dituangkan dalam Berita Acara sesuai ketentuan hukum.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, insiden berawal dari teguran kepada seorang warga binaan yang baru menempati kamar, karena dianggap mengganggu ketertiban saat ibadah salat. Teguran yang dimaksudkan untuk kenyamanan bersama memicu adu mulut, lalu memanas menjadi perkelahian fisik yang mengakibatkan luka ringan pada salah satu pihak. Hingga kini, kondisi korban dinyatakan pulih dan dapat beraktivitas normal kembali.
Untuk memastikan tidak ada kaitan dengan narkoba, tim juga melaksanakan tes urin terhadap seluruh warga binaan yang terlibat. Hasilnya negatif dari zat narkotika, sehingga menepis narasi yang berkembang sebelumnya.
Selain itu, kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan menandatangani surat pernyataan damai. Di dalamnya disebutkan kesepakatan untuk saling memaafkan, tidak melanjutkan perselisihan, dan mematuhi tata tertib yang berlaku di lingkungan lapas.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel, Mulyadi, menegaskan langkah ini sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan transparansi. “Kami tanggapi setiap informasi dengan cepat dan objektif. Hasil pemeriksaan memperjelas bahwa insiden ini konflik pribadi, bukan karena narkoba. Kami terus perkuat pengawasan agar lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan tertib,” ujarnya.
Dengan hasil verifikasi tersebut, pihaknya memastikan situasi di Lapas Kelas I Makassar tetap terkendali serta menyampaikan informasi yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas.
