BREAKING NEWS

Perkuat Tata Kelola Berintegritas, Inspektorat Jenderal Kemenimipas Laksanakan Penjaminan Kualitas SPIP Terintegrasi di Lapas Makassa

LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR – Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel, Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melaksanakan kegiatan Penjaminan Kualitas Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T) Tahun 2026 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas I Makassar pada Kamis (16/7) ini diikuti oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, seluruh pejabat struktural, serta pegawai yang terkait.

Kegiatan penjaminan kualitas ini merupakan bagian dari komitmen Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memastikan penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) berjalan secara efektif dan terintegrasi di setiap satuan kerja. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap unit kerja mampu mengidentifikasi, mengelola, dan memitigasi risiko secara tepat, sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi dapat berjalan secara optimal serta selaras dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Dalam pelaksanaannya, Tim Inspektorat Jenderal memberikan penguatan terhadap lima unsur utama SPIP, yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian intern. Selain itu, peserta juga memperoleh pendampingan terkait implementasi manajemen risiko, penyusunan eviden pendukung, serta strategi peningkatan tingkat maturitas SPIP Terintegrasi sebagai bagian dari upaya menciptakan organisasi yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, hingga sesi tanya jawab yang membahas berbagai tantangan dalam implementasi SPIP di lingkungan pemasyarakatan. Berbagai masukan dan rekomendasi yang diberikan Tim Inspektorat Jenderal menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Lapas Kelas I Makassar dalam memperkuat sistem pengendalian intern, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta memastikan seluruh proses bisnis organisasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pengendalian intern sebagai budaya kerja, bukan sekadar pemenuhan administrasi atau penilaian semata.

"SPIP bukan hanya sebuah instrumen pengawasan, tetapi merupakan fondasi dalam membangun organisasi yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. Melalui kegiatan ini, kami memperoleh banyak penguatan dan masukan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk terus menyempurnakan tata kelola organisasi. Saya berharap seluruh jajaran dapat mengimplementasikan nilai-nilai pengendalian intern dalam setiap pelaksanaan tugas sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan terpercaya," ujar Gumilar.

Melalui kegiatan Penjaminan Kualitas Maturitas SPIP Terintegrasi ini, diharapkan Lapas Kelas I Makassar semakin mampu memperkuat budaya sadar risiko, meningkatkan kualitas pengendalian intern, serta mewujudkan tata kelola organisasi yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Credit