Kartu Belanja Sehat Bergizi Jadi Inovasi SD Negeri Percontohan PAM Bentuk Generasi Unggul
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR — Membangun generasi unggul tidak hanya tentang pencapaian akademik. Kesehatan, karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan anak menghadapi masa depan.
Kesadaran tersebut terus dikembangkan UPT SPF SD Negeri Percontohan PAM Makassar melalui berbagai program pembiasaan positif yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Salah satunya melalui inovasi KERJA SEZI (Kartu Belanja Sehat Bergizi) yang menjadikan aktivitas memilih makanan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Melalui Inovasi KERJA SEZI, siswa tidak hanya diarahkan untuk mengenali makanan yang sehat dan bergizi, tetapi juga belajar memahami pentingnya memilih makanan secara bijak. Mereka diperkenalkan dengan berbagai sumber nutrisi seperti protein, sayuran, buah-buahan dan sumber energi yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan serta aktivitas sehari-hari.
Kepala UPT SPF SD Negeri Percontohan PAM Makassar, Fatmawati Fachruddin, mengatakan pendidikan di sekolah harus mampu membentuk peserta didik secara menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun kesehatan dan karakter.
“Pendidikan tidak hanya tentang bagaimana anak menjadi cerdas secara akademik. Kami ingin mereka juga sehat, mandiri, disiplin, bertanggung jawab dan mampu mengambil keputusan yang baik. Dari kebiasaan sederhana seperti memilih makanan sehat, kita bisa menanamkan nilai-nilai karakter yang akan mereka bawa dalam kehidupan,” ujar Fatmawati saat ditemui di sela-sela pelatihan KERJA SEZI di UPT SPF SD Negeri Percontohan PAM, Jalan Dr. Ratulangi Kompleks PDAM, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih mudah tertanam apabila diberikan melalui praktik nyata dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang memungkinkan anak belajar tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari.
KERJA SEZI juga memiliki nilai edukatif dalam memperkenalkan literasi keuangan sederhana kepada siswa. Anak belajar menentukan pilihan, membedakan kebutuhan dan keinginan, memahami prioritas, serta menggunakan fasilitas yang dimiliki secara bertanggung jawab.
“Anak-anak perlu diberikan pengalaman untuk belajar mengambil keputusan. Ketika mereka memilih makanan, mereka belajar mempertimbangkan mana yang sehat dan mana yang kurang baik bagi tubuh. Di situ ada proses pendidikan, ada tanggung jawab, sekaligus pembentukan karakter,” jelasnya.
Fatmawati menambahkan, keberhasilan membangun budaya hidup sehat tidak dapat hanya mengandalkan sekolah. Dukungan orang tua dan keluarga menjadi bagian penting agar kebiasaan positif yang dibangun di lingkungan pendidikan dapat terus diterapkan di rumah.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Kami berharap kebiasaan baik yang dibangun di sekolah dapat dilanjutkan oleh keluarga. Jika sekolah dan orang tua memiliki komitmen yang sama, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, mandiri dan memiliki karakter yang kuat,” tuturnya.
Bagi UPT SPF SD Negeri Percontohan PAM, pembentukan karakter merupakan proses jangka panjang yang harus dimulai dari kebiasaan sederhana. Menjaga kesehatan, memilih makanan bergizi, disiplin, bertanggung jawab, serta peduli terhadap diri sendiri merupakan nilai-nilai yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah.
Melalui KERJA SEZI, sekolah berupaya menghadirkan model pembelajaran yang lebih kontekstual dengan menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata peserta didik. Inovasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar sekolah membangun ekosistem pendidikan yang mendukung kesehatan sekaligus perkembangan karakter anak.
Pada akhirnya, pilihan sederhana seorang siswa terhadap makanan sehat bukan sekadar persoalan konsumsi. Di baliknya terdapat proses pembelajaran tentang kesehatan, tanggung jawab, kemandirian dan masa depan. Dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten itulah, UPT SPF SD Negeri Percontohan PAM terus menanamkan fondasi bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, mandiri dan berintegritas. (*Rz)
