Maulid Nabi 1448H/2026M di TK Sulawesi Makassar: Tanamkan Akhlak Mulia, Bentuk Generasi Cerdas dan Berkarakter
LINTASMAKASSAR.COM, MAKASSAR — Pendidikan karakter tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Di TK Sulawesi Makassar, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW justru ditanamkan sejak anak-anak berada pada usia paling awal dalam pembentukan kepribadian.
Pesan tersebut tercermin dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar keluarga besar TK Sulawesi Makassar di halaman sekolah, Jalan Tupai No. 98, Kota Makassar, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA itu berlangsung dalam suasana meriah namun tetap khidmat. Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah Sejak Dini untuk Generasi Cerdas & Berkarakter,” peringatan Maulid tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan, tetapi diarahkan sebagai momentum pendidikan karakter bagi para peserta didik.
Hikmah Maulid disampaikan oleh Ustadz Zulfikar Maulana, S.Pd.I. Dengan metode penyampaian yang interaktif dan mudah dipahami anak-anak, peserta didik diperkenalkan pada sosok Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam bersikap, bertutur kata, menghormati orang lain, serta membangun kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai seperti kejujuran, kasih sayang, kesopanan, tanggung jawab dan saling menghormati menjadi bagian penting yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Bagi TK Sulawesi Makassar, pembentukan karakter sejak usia dini merupakan investasi penting untuk mempersiapkan generasi masa depan. Kecerdasan akademik dinilai perlu berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan sekaligus kepribadian yang baik.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang bagi sekolah untuk memperkuat keterlibatan guru dan orang tua dalam memberikan keteladanan kepada anak. Sebab, pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga harus mendapat penguatan dari lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, TK Sulawesi Makassar berharap kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata, melainkan dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari berkata jujur, menghormati guru dan orang tua, menyayangi teman, berbagi, hingga membiasakan diri berperilaku santun.
Maulid Nabi 1448 H akhirnya bukan sekadar tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sejak dini—sebagai fondasi lahirnya generasi Makassar yang cerdas, santun, berkarakter, dan berakhlakul karimah.
Laporan: Darmawansyah Ali
